Seorang Pria Di Rusia ditikam hanya karena menegur 2 orang untuk memakai masker

Seorang pria di kota Sankt Peterburg Rusia ditemukan tewas ditikam. Pria ini sudah bertengkar dengan dua orang lainnya yang menolak memakai masker di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir kantor berita Interfax dan Reuters, Sabtu (21/11/2020), pembahasan berlangsung di bus umum yang membawa korban, yang tidak diidentifikasi. Politik Rusia

Gambar sirkuit tertutup dari bus, yang diterbitkan oleh media lokal Fontanka.ru, menunjukkan korban awalnya mencaci-maki seorang pria dan wanita yang duduk di depannya, yang tampaknya tidak mengenakan topeng.

Teguran tersebut menyebabkan pria yang pernah ditegur korban tiba-tiba berdiri dan meneriaki korban. Selanjutnya, rekaman CCTV menunjukkan korban memukuli pria yang tidak memakai topeng dan melarikan diri.

Rekaman CCTV menunjukkan pria tanpa topeng mengejar korban melalui jalan-jalan lokal. Berita politik dan ekonomi Rusia

Jenazah korban kemudian ditemukan dengan luka pisau di punggung pada Selasa malam (17/11) waktu setempat. Menurut Interfax, korban diidentifikasi sebagai pria berusia 53 tahun dari pinggiran St Petersburg.

Read More: Parlemen Rusia Akan Memberikan ‘Kekebalan Hukum’ bagi Vladimir Putin

Dua tersangka yang terkait dengan penikaman itu ditangkap keesokan harinya. Identitas tersangka juga tidak diungkapkan ke publik. Ekonomi Rusia

Komisi Investigasi Rusia, sebuah badan yang menyelidiki kejahatan serius, telah membuka investigasi pembunuhan atas insiden tersebut.

Diketahui bahwa penduduk St. Petersburg dan banyak kota lain di Rusia harus mengenakan masker dan sarung tangan saat bepergian dengan transportasi umum selama pandemi Corona. Namun dalam praktiknya, aturan ini tidak selalu ditegakkan secara ketat. Politik Indonesia

Dengan lebih dari 2 juta kasus terkonfirmasi Corona di wilayahnya, Rusia kini berada di peringkat ke-5 peringkat dunia sebagai negara dengan jumlah kasus Corona tertinggi di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), India, Brazil dan Prancis. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *