Putin Calls US Presence in Afghanistan End of Tragedy

Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari penarikan pasukan AS, mengakhiri misi militer 20 tahun di Afghanistan awal pekan ini. Putin mengatakan kehadiran militer AS di Afghanistan berakhir dengan tragedi. Ekonomi Rusia

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/9/2021), Rusia diketahui kerap mengkritik kebijakan AS di Afghanistan yang kini dikuasai kelompok Taliban. Semua pasukan AS ditarik dari negara itu pada 31 Agustus, sebagaimana ditentukan oleh Presiden AS Joe Biden.

Dalam sambutan terakhirnya, Putin menyebut upaya militer AS untuk “menegakkan standarnya sendiri” dalam dua dekade di Afghanistan yang dilanda perang, yang ia gambarkan sebagai upaya yang sia-sia.

“Hasilnya hanyalah sebuah tragedi, hanya kerugian bagi mereka yang melakukannya, bagi Amerika Serikat, dan terlebih lagi bagi orang-orang yang tinggal di tanah Afghanistan,” kata Putin. Berita politik dan ekonomi Rusia

“Tidak mungkin memaksakan sesuatu dari luar,” katanya.

Read More: The Behavior of Doctors in Medan Using Russian Consulate Plates for Privileges

Putin membuat pernyataan itu saat berbicara dengan para remaja di kota Vladivostok, Rusia timur jauh, menandai dimulainya tahun ajaran baru.

Pekan lalu, Putin bersikeras bahwa Rusia tidak akan ikut campur di Afghanistan dan bahwa Moskow telah belajar dari era pendudukan Soviet di negara itu. Dia juga mengeluh bahwa negara-negara Barat mencoba mengarahkan pengungsi Afghanistan ke negara-negara Asia Tengah yang bersekutu dengan Rusia. Politik Rusia

Rusia cenderung berhati-hati tetapi optimis tentang kepemimpinan baru di Kabul, dengan mengatakan tidak akan ikut campur dalam urusan internalnya. Politik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *