Ikut Aksi Demo Navalny sejumlah Diplomat Eropa diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir diplomat Uni Eropa dari Polandia, Jerman dan Swedia karena berpartisipasi dalam demonstrasi tidak sah bulan lalu untuk mendukung oposisi Rusia, Alexei Navalny ditangkap.

Langkah itu dilakukan beberapa jam setelah diplomat Uni Eropa Josep Borrell bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow dan menggambarkan hubungan blok itu dengan Rusia sebagai “dalam” sehubungan dengan penangkapan Navalny. Ekonomi Rusia

Borrell “mengutuk keras” pengusiran itu, sementara Swedia menyebutnya “sama sekali tidak berdasar”.

Read More: ‘Peracun Celana Dalam’ Disebut Navalny saat akan Dijebloskan ke Bui

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa diplomat dari tiga negara Uni Eropa berpartisipasi dalam “demonstrasi ilegal” pada 23 Januari dan dinyatakan sebagai persona non grata. Politik Rusia

“Mereka terpaksa meninggalkan Rusia dalam waktu dekat,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/6/2020).

Kementerian menambahkan bahwa Moskow mengharapkan diplomat dari negara-negara ini untuk “secara ketat mengikuti standar hukum internasional” di masa depan. Berita politik dan ekonomi Rusia

Rusia telah menangkap ribuan pendukung Navalny, apa yang Anda ketahui sejauh ini?

Sebelumnya, polisi Rusia menangkap lebih dari 10.000 orang dalam demonstrasi massal di seluruh negeri, di mana pengunjuk rasa menyerang pemerintah Rusia dan menuntut pihak berwenang membebaskan Navalny, 44 tahun.

Navalny, seorang kritikus Presiden Vladimir Putin, ditangkap ketika dia tiba di Moskow bulan lalu dari Jerman setelah menerima perawatan medis untuk serangan keracunan. Navalny menuduh Putin memerintahkan agen keamanan Rusia untuk menaruh racun di celana dalamnya. Politik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.